Pelajar di Konya Kenalkan Indonesia melalui Mading
| Hasil Kami |
![]() |
| This is We |
Perjuangan kamipun di mulai. Dalam cuaca yg dingin sekalipun semangat kami dengan tujuan memperkenalkan Indonesia takkan pernah pudar. Organisator kami, Jihad Abi (Abi : Kakak) membagi tugas-tugas yang harus kami lakukan. Ada yang bertugas membeli keperluan dan ada yang merencanakan sistem mading yg akan kami buat. Pada malam harinya kami menjalankan tugas kami. Fahri menggambar peta Indonesia, Hasnan Abi menggambar penduduk Indonesia, Yusuf menggambar Masjid Istiqlal, Reihan menggambar budaya, serta saya,Deka,Jihad Abi, dan Fuad Abi memiliki rencana lain untuk membuat mading.
Cara kami membuat mading berbeda dengan negara-negara lain. Kami gunakan ciri khas anak-anak Indonesia yang kreatif. Jika biasanya mading-mading yang saya lihat adalah hasil printout, kami membuat cara lain yang lebih menarik agar orang-orang yang melihat mading tersebut merasa tertarik dengan hasil karya kita. Dengan begitu tujuan kami untuk memperkenalkan Indonesia akan tercapai. Setiap malam di minggu pertama dari pembuatan mading kami masih berkreasi. Sehabis belajar malam kami berkumpul di suatu tempat yang telah kami sepakati sebelumnya.
Kami mulai berkreasi,mengeluarkan kekreativitasan kami dalam proses pembuatan mading.Dengan sahabat tambahan berupa cemilan,semangat kami semakin menggelora. Meski ada suatu planning yang gagal seperti imajinasi,ide,dan usulan yang tertolak karena diperhitungkan tak cocok dengan skema yang telah kita rencanakan,kita tetap berusaha untuk mengeluarkan seluruh ide-ide dan imajinasi kami. Beberapa minggu kemudian adalah jadwal UAS kami. Sejenak kami alihkan kekreativitasan,ide-ide,serta imajinasi kami untuk fokus kepada tugas utama kami sebagai pelajar,yaitu belajar.
Kami berniat belajar bukan karena UAS yang dengan gagah menantang kami,tetapi kami belajar dengan niat karena Allah SWT dan kesuksesan kami serta mendapatkan ilmu yg kelak semoga bermanfaat bagi orang lain. Masa-masa UAS telah selesai.Seorang guru kami bernama Mustafa Kara memanggil seorang dari kami bahwa mading kami harus selesai dalam 2 minggu. Dengan penuh semangat kami melanjutkan “kreasi tanpa batas” dalam pembuatan mading. Setiap malampun kami berkreasi menyelesaikan mading kami. Hari yang kami tunggu pun tiba.
H-2 kami lebih serius berkreasi dimana sebelumnya terkadang kami tak serius. H-1 kreasi kami hampir tuntas.Melihat hasil2 kami meski belum sempurna selesai kami berimajinasi bahwasannya mading hasil karya kami akan terlihat menarik untuk dibaca dan dipandang. Hari yang kami tunggu pun tiba.Tepatnya di hari kamis (01/22/2015) pagi sehabis shalat subuh kami menyelesaikan tugas akhir kreasi karya kami.Sekitar jam 7 kami mulai menempel hasil karya-karya kami.Meski belum semua tertempel,beberapa teman kami datang melihat karya kami yang telah tertempel.
Seperti yang kami harapkan,mereka berkata “Yaptığınız panolar çok güzel (hasil karya kalian bagus-bagus)” itulah yg kami harapkan,menyenangkan hati para pembaca dengan gambar-gambar serta tulisan yg menarik. Dalam karya kami,kami menjelaskan tentang Indonesia mulai dari alam indah yang di miliki Indonesia,jumlah populasi Indonesia,kuliner-kuliner, buah-buahan, kultur serta budayanya, dan geografisnya. Dalam hasil karya kami terdapat juga gambar hasil printout karena kamipun tak mungkin bisa menggambarkannya sama dengan yang asli ciptaanNya. Karya kamipun kami tempel. Dengan rencana yang matang juga dimana dan bagaimana kami harus menempel.Sekitar jam 9 tugas kami selesai sudah.kami menuai pujian dari teman-teman dan juga guru dengan hasil karya kami yang menarik. Inilah kami yang menerapkan pola sistem kekreativitasan dalam berkarya.Kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki anak-anak yang kreatif,imajinatif,serta idealis dengan pola pikir yang sistematis Ini adalah salah satu cara kami dalam berjuang utk Indonesia. We are indonesia,We are world. Indonesia adalah dunia.
Oleh : Juhdan Abidurrahman

Comments
Post a Comment